Kamis, 19 Maret 2015

Mengagumi Dari Jauhnya Pandangan






Setiap kali aku melihat dirinya, selalu saja rasa kecewa itu ada
bukan karna dirinya mengecewakan ku
atau dirinya berbuat dari koridornya
tapi karna dirinya telah mencintai orang lain.

egoiskah diri ku ?

ku harap ini tak akan berlebih.
aku mengharapkan suatu cinta,
tapi aku sendiri tak memperkenalkan diri ku pada cinta ku.

tak ku lakukan apapun,
menariknya tidak,
menghampirinya tidak,
mengejarnya pun tidak.


hanya diam di tempat dan memperhatikannya dari jauhnya pandangan ku,
berdoa di setiap melihatnya "tuhan, bolehkah dia untuk ku ?"


berharap dia yang akan datang, bukan aku yang akan datang

ketika cinta ku di tarik oleh orang lain aku hanya dapat melihatnya tak mampu melakukan apapun,

karna aku memang tak menggenggamnya.
rasa takut ku mengalahkan rasa cinta ku


mencintai dengan jarak waktu dan tempat
tersenyum dari jauhnya keadaanya

bahagia dengan hanya sebuah penglihatan
berdoa tanpa perlu dikenal


dan menyerah tanpa pernah memulai.


“pergi dengan sebuah kekecewan untuk diri ku sendiri”





My Writings 27 Desember 2013


Cerita Kecil - Rasa sakit hati





Perubahan yang berarti itu seperti apa ?

sekeras apa harus mencoba, setangguh apa harus diterima ?

setiap manusia memiliki mimpi, mimpi yang nyata dan mimpi yang tidak nyata. Karna mimpi orang mulai berusaha. Tapi ia tidak, ia berusaha bukan berawal dari sebuah mimpi, melainkan dari sebuah rasa sakit hati.

Rasa sakit yang meluap dan akhirnya tumpah menjadi sebuah ambisi untuk menghancurkan semua yang merehkan dengan sebuah perubahan nyata, perubahan yang membuat mereka bungkam untuk menghina.

Dimulai dari titik yang paling rendah. butuh waktu, Tidak hanya satu tahun bahkan bertahun-tahun. Hinaan seperti sebuah hal yang biasa berangsur-angsur terbiasa. Hati menjadi kuat seperti batu. Ambisi semakin membakar hati, setan mengipas-ngipasi menyetujui kemarahan hati. Setan bertepuk tangan sekeras-kerasnya karena telah berhasil membuat salah satu manusia masuk perangkapnya.

Mereka semua yang menghinanya berjalan menuju titik paling tinggi, cita-cita yang ingin digapainya. mereka tidak memperhatikan sekeliling atau belakang sekedar melihat apakah orang yang dihinanya masih berada dititik yang sama.

Kenyataannya tidak.

Saat itu orang-orang yang dihina telah berlari didepan mereka. Mereka memulai dengan hal kecil yang tidak pernah disadari orang lain.

Wajah datar, polos, terlalu baik, terlalu bodoh menjadi sebuah awal perubahan.

Perlahan-lahan menarik sudut bibirnya. Menjadikan itu sebuah hal yang wajib dilakukan. Setelah terbiasa tersenyum, memulai dengan membuka mulut untuk berbicara dengan orang-orang disekitar.

Belajar untuk membuka diri dan membuka fikiran. Keberanian semakin muncul, lalu merubahlah pola fikirnya.

Hal yang biasa difikirkan orang yang selalu dihina adalah ketidak mampuan diri. 

Tapi nyata tidak selalu seperti itu. Jika mencoba dan bersunggguh-sungguh bahkan orang yang sangat hina dapat melakukannya dengan benar.

Meski awalnya tidak ada yang melihat bahkan meliriknya. Perubahan kecil itu membuat mereka berfikir untuk menengokan kepalanya untuk sedekar melihat.

Tapi si pesimis ini semakin lama semakin egois, ia tidak hanya ingin dilirik tetapi juga dilihat dengan jelas.

Terlalu muluk-muluk kah ?

ia hanya ingin mendapat sebuah tempat seperti yang lainya, diberi kesempatan, dilihat, diakui, dipercaya dan tidak diremehkan.

Hal kecil itu adalah sebuah kepuasan hati. Setiap orang menginginkan untuk diakui.

Suatu hari ketika ia bertanya pada dirinya sendiri, salahkah ia berubah 80° menjadi seseorang yang berbeda ?

Tanpa disadari masuklah seseorang yang baik perkataannya tapi menghancurkan dari dalamnya.

Ia tidak menyadari hal itu. Percaya begitu saja. Kebiasaan lama yang begitu bodoh. Seharunya ia dapat memilih dan melihat mana orang-orang yang ingin menjatuhkannya.

Hati itu mulai goyah, ia tidak mantap lagi untuk mencapai mimpinya. Ia berhenti menyalahkan diri sendiri yang terlalu berambisi.

Tanpa disadari hal itu menghancurkan semua fikiran yang telah dibangunnya.
Kegalauan membuatnya frustasi. Mencari-cari pemikiran apa yang seharusnya ia tanam dalam diri.

Seperti kalimat dalam cover tulisan ini “Don’t be sad, Alloh always with you”

Hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang berharga bahwa ikhtiar yang disertai doa pasti akan berhasil.

tidak seburuk yang difikirkan. Sebenarnya orang yang dihina itu tidak berlari, ia berjalan lebih lambat. Tetapi dengan berjalan lebih lambat ia dapat mempelajari seluruhnya tanpa terlewat.

Ilmu-ilmu baru masuk dan merubah jalan fikirnya bahwa sakit hati itu haruslah di hapusnya. Dengan berjalannya waktu ia dapat melakukannnya.




Tidak masalah jika kamu memulai perubahanmu dengan rasa sakit hati mu, tetapi setelah itu kau pun harus merubah rasa sakit hati mu menjadi sebuah keiklasan dengan memaafkan.



"My writings 16 june 2014"

Jumat, 11 Oktober 2013

Friendship



Indahnya dunia ini adalah ketika kamu melihat orang-orang disekeliling mu tersenyum, bahkan kamu bersedia menukar senyumanmu hanya untuk melihat orang yang kau sayangi tersenyum. Dalam sebuah persahabatan ada saat dimana kita atau mereka merasa jenuh dgn suatu hubungan yang terus menerus, bahkan kita sering berdiri masing-masing untuk menghilangkan jenuh itu. Tapi pada akhirnya kita akan kembali pada titik yang sama walau itu membutuhkan waktu yang lama. 

Kenapa ?? mungkin jalan fikir dan menset kita sama “satu tujuan”.

Dalam jiwa kita ada sebuah karakter yang berbeda-beda, rasa egois dan rasa meresa penting (dalam artian rasa ingin bermanfaat loh) . bukan hal yang tidak biasa jika kita sering berbeda argument dalam banyak hal,  sering rasa egois itu muncul dan merubah suasana hati kita bahkan butuh beberapa waktu untuk meredakan rasa amarah itu. Memaafkan menjadi hal yang wajib untuk menjaga hubungan persahabatan. ketika suatu masalah datang pada salah satu sahabat sikap tolong menolong itu ada, datang dengan setulus hati bersama dengan jiwa yang kuat untuk menyelesaikan masalah bersama. Suatu hari rasa lelah menyeruak dalam hati dan fikiran dalam menjalankan suatu tugas untuk membuat teman-teman nyaman dalam organisasi yang dijalani, dan untuk memberi contoh pada adik-adik dalam mempergunakan masa muda dengan sebaik mungkin, tapi sikap saling menyemangati hadir dalam setiap napas masing-masing sehingga menjadi mudah. jika dunia ini gelap gulitan bulan menerangi dan menghangatkan, seperti itulah semangat dalam persahabatan.
Pertemanan ini bukan membuat kita hanya stak pada satu pertemanan, tetapi diluar sana banyak teman yang ikut andil dalam hari-hari kita. Teman di kampus, teman di kantor, teman di SMA-SMP-SD-TK-PAUD , teman dalam komunitas hobi, teman dalam organisasi, teman pengajian, teman haiking, teman traveling, bahkan teman di swalayan pun ada dsb. Kalo kata Dian yulia herlina "teman yang baru saja dikenal sudah dapat menjadi seorang teman, tetapi dalam persahabatan hanya ada satu jiwa dalam raga yang terpisah". 
Pada intinya persabahatan itu perlu tulus sepenuh hati dan sepenuh jiwa dengan begitu sikap nyaman, percaya, menerima, mengerti, ada, berkorban, dsb ada dengan sendirinya.
semua kita jalanin dengan niat karna alloh. ^-^

 See you later… ^.~

Selasa, 11 September 2012

Surat ku untuknya


 
YA ALLOH AKU JATUH CINTA



Ada satu rasa, yang tiba-tiba datang menambah perbedaan rasa dalam relung jiwa
warana merah muda tampak mendominasinya
sedih, bahagia, risau dan cemburu ada disana
sesuatu itu, bernama cinta..
dan rasa itu tiba-tiba ada, karena kau ada.. ^-^

Pangeran ku..
kepada mu aku telah jatuh cinta secara sempurna..
meski hanya satu lirikan mata mu.
namun sendi-sendi ku terasa lepas satu persatu..
kau tahu kenapa?
karena lirikanmu.. berharga seribu mimpi indah di hari ku !!
hanya saja.. itukah juga yang kau rasakan ??

Wahai pangeran...??
 aku jatuh cinta pada mu, sehari tiga kali..
pagi, siang dan malam
perasaan ini teramat dalam kalau kau mau tahu..
ingin rasanya kau selalu ada di dekat ku.
sehingga betapa sedihnya aku kala kau jauh dari ku..

tapi disisi lain, aku merasa bahagia karena disitulah kerinduan bernyanyi diantara kau dan aku..
aah... saat nanti kau datang. saat nanti semunya menjadi halal, aku akan menyambutmu dengan senyuman.
dan berharap kau akan membalasnya dengan senyuman,. atau bahkan pelukan. ^-^

ehm.. mungkin sang maha cinta sengaja menjauhkan kita, agar kita berkesempatan merasakan kerinduan..
agar kau punya waktu merindu ku, dan aku punya waktu untuk merindu mu..
Pangeran ku...
aku akan menjagamu dengan cintaku, kau akan menjaga ku dengan cinta mu, Alloh akan menjaga kita dengan cinta-nya, dan kita akan saling menjaga dengan syariatnya.
saat nanti Alloh mengirimkan mu untuk ku, dengan penuh rasa cinta, akan ku sambut kedatangan mu..

"selamat datang cinta_________" ^-^





referensi : dari sebuah blog seorang akhwat, maaf di lupakan apa nama blog tersebut.
terimakasih untuk yang buat. isinya sungguh mengena di hati.

Jumat, 08 Juni 2012

Apa itu Menjadi Dewasa ?


Sudahkah kita dewasa ?
Pernahkah suatu kali kita merasa iri dengan posisi orang lain dalam perusahaan ? Dengan gaji orang lain, ataupun dengan pendapatan orang lain ? Kemudian kita mengeluh dan mengambil jarak (baca : ngambek), perasaan hati jadi tak enak, mau kerja jadi malas. Kalau memang pernah kita seperti itu, tentu hal ini mengingatkan kita semasa masih sekolah di SD atau TK. Ketika kita kadang menangis kalau seorang teman diberi permen sedangkan kita tidak, atau ketika kita merengek-rengek minta dibelikan boneka atau mobil-mobilan. Perilaku-perilaku ini sebenarnya sama persis sifatnya, hanya semakin tua caranya menjadi semakin canggih ditutupi dengan alasan-alasan.
Contoh-contoh perilaku tadi menunjukkan sifat yang tidak dewasa. Pengertian ”dewasa” sangat berbeda dengan ”tua”. Banyak orang tua yang perilakunya tidak menunjukkan kedewasaan, sebaliknya banyak juga anak muda yang sikap dan perilakunya menunjukkan dirinya sudah dewasa. Namun terkadang pengertian dewasa ini sendiri masih sering membingungkan. Pada banyak kasus dewasa berarti sudah memiliki pekerjaan sendiri, punya gaji, bisa menghidupi diri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain lagi secara material. Pada kasus yang lain dewasa berarti sudah menikah, karena banyak orang sudah bekerja tapi masih juga tergantung secara materi dengan orang lain dan selama masih tergantung dengan orang lain seseorang belum bisa dianggap dewasa.

Dewasa berarti...
 

Sebenarnya pengertian-pengertian dewasa yang umum dipahami oleh banyak orang terkadang justru menyesatkan. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan G.W. Allport mengatakan bahwa masa ketika remaja adalah suatu masa transisi dari periode anak ke dewasa. Pengertian dewasa itu sendiri menurut Allport :
1. Extension of self atau “pemekaran” dari diri sendiri. Hal ini berarti seseorang mampu untuk menganggap orang lain sebagai bagian dari dirinya. Contoh yang paling mudah adalah tumbuhnya perasaan “cinta”. Orang dewasa yang mencintai biasanya diikuti dengan berkurangnya perasaan egoisme. Jadi apabila kita sudah beristri tapi salah satu masih menunjukkan egoisme dan memikirkan diri sendiri itu artinya kita belum bisa disebut mencintai apalagi dikatakan dewasa (mature personality).
2. Pernahkah kita melihat kaos oblong yang dibagian punggung ada tulisan “silakan mengaca” dan diatasnya ada cermin yang bergambarkan seekor monyet ? Menjadi dewasa berarti mampu untuk melihat diri sendiri secara objektif (Self Objectification). Pengertiannya adalah ketika kita bisa “mengaca” melihat kepribadian kita sendiri. Dalam hal ini berarti tidak marah ketika menerima kritik dan justru kritik itu menjadi sarana untuk instropeksi diri, melihat kesalahan-kesalahan yang ada pada diri sendiri. Nah, apakah kita itu “monyet” yang mudah marah dan hanya memikirkan diri sendiri atau seorang manusia dewasa yang mampu lebih bijak menghadapi orang lain ?
3. Seorang yang dewasa dia memiliki falsafah hidup tertentu (Unifying Philosophy of Life). Biasanya hal ini berhubungan dengan etika atau agama. Sederhananya orang yang sudah dewasa dia itu tahu aturan, tidak berbuat seenaknya sendiri atau bertindak hanya untuk kepuasan sesaat. Dengan memiliki tujuan hidup / cita-cita yang jelas diikuti dengan ketegasan untuk mencapainya dalam perilaku sehari-hari. Misalnya dengan tidak mudah terpengaruh ajakan rekan yang bersifat merusak, otoriter, anarkis, atau korupsi maka kita akan paham bahwa kepuasan yang didapat dari perbuatan itu hanya sesaat dan bisa merusak diri sendiri.

Menjadi Tua atau Dewasa ?
Tidak banyak orang yang benar-benar mampu untuk menjadi dewasa secara penuh. Semua orang dalam hidupnya terus mengalami perkembangan menjadi lebih tua, namun lebih tua tidak berbanding lurus dengan menjadi lebih dewasa. Justru sebaliknya bagi sebagian orang semakin tua seseorang malah semakin kelihatan sifat kekanakannya. Tidak heran ketika narkoba juga banyak dinikmati oleh orang-orang yang sudah “tua”, kekerasan dan kerusuhan terjadi dimana-mana, serta korupsi merajalela di setiap instansi atau perusahaan.
Jadi, apakah sifat kekanak-kanakan itu akan kita pelihara terus ?...its your choice !