Nyanyian alam membaringkan jiwa pada kerinduan – kerinduan yang alami, namun sungguh tak pernah ku temui smua itu di sini. Kalupun ingin menghadirkan salah satu sisi yang hidup dengan alami, sungguh itu membutuhkan waktu yang lebih mengerti dan memahami.
Kehidupan ataupun cinta, semua sama saja. Kadang terkemas dengan kata dan kalimat sederhana, atu terletak pada rangkaian kata yang indah mewarnai kelam – kelam hati yang mati.
Kehidupan dan Cinta, smua tak butuh beribu janji atu kata – kata yang “ mengiming – imingi” agar kita terbuai. Seorang bijak berkata bahwa “kesuksesan dan keberhasilan yang utama ada dalam alam tindakan, dan ia tak akan terpola jelas jika hanya dalam alam angan atu impian, meskipun banyak yang berkata dengan slogan lama “ hidup berawal dari mimpi….” hidup berawal dari mimpi, yah itu benar karena dengan bermimpi yang besar seorang yang bijak dan adil dalam ruang – ruang hidupnya sendiri, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan impian – impian tersebut.
Namun dalam hidup pun kita akan berjuang , dimana perjuangan itu tak butuh waktu yang berselang 2tahun, 3 tahun atau bahkan berpuluh tahun, akan tetapi kita musti dapat berjuang dan berusaha melakukan yang terbaik selama kehidupan ini berlangsung.
Apapun yang menjadi tema dalam kesabaran, keikhlasan, ketulusan, tidak lain dan tidak bukan adalah tentang Kehidupan & Cinta.
Tak jarang ku temukan selokan dan keterjalan kisah – kisah orang terdekat yang menjadikan tulisan ini hidup dan bernyawa pada hati yang benar – benar dapat merasakannya.
Dan di atas putihnya kertas itu,
kejujuran dapat berbicara tentang semuanya…,
biarlah lisan pena mengurai kata hatinya…,
dan ia akan tampak hitam jika hanya kau pendam…
biarlah lukisan tentang cinta ini, tentang kasih sayang ini akan lebih sempurna dengan corak hitam ataupun kelabu di atasnya…
karena semua tak sama….
Karena smua berbeda….
Dan kehidupan itu akan terasa lebih damai ketika hati dan jiwa mampu memahami dengan sebaik mungkin arti kata dan rasa “empati”.
Percayalah,
Bahwa ketika kau mampu menguasai rasa “empati” maka tak akan menunggu lama satu hati dapat kau pahami…, bahkan terkadang mereka merasa bahwa kita yang berempati ini lebih “mengerti” diri mereka dari pada diri mereka sendiri.
Yah, walaupun terkadang terasa aneh karena kadang kita yang disebut lebih mengerti keadaan orang lain ini pun luput untuk bisa memahami diri kita sendiri. ^_^ . Mungkin karena itulah Tuhan menciptakan manusia secara berpasangan, Tuhan memberikan kita kelemahan dan kekuarangan, karena agar kita dapar berfikir tentang keseimbangan. Wallahu Alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar