Lavel 2 : Tantangan 10 hari Apresiasi Kemandirian (periode 23
Feb – 11 Maret 2017)
#Bunsay IIP Bogor 1 #Lavel2 T10 Days 2 #IrfahKhoirunisa
Kuliah Bunda Sayang IIP
Melatih
Kemapuan Kemandirian (Membuat Somay Bandung)
Melatih kemampuan kemadirian saya
dengan menargetkan beberapa latihan kemandirian dalam jangka waktu yang sudah
di tentukan dengan menyelesaikan tantangan 10 hari. Latihan kemampuan yang masih
saya latih adalah memasak.
Setelah sabtu kemarin saya
melatih kemandirian saya dengan mengikuti kursus, kali ini saya akan
mempraktekan apa yang telah saya pelajari di kursus kemarin dengan membuat
somay bandung sendiri.
Kira-kira jam 8 pagi saya pergi
ke pasar untuk membeli bahan-bahan saya praktek. Niatnya saya ingin belanja
bahan-bahan sendiri tetapi orangtua saya ingin ikut untuk membeli kebutuhan
asupan makan keluarga kami dalam seminggu kedepan.
Karena ada insiden motor mogok di
pasar, yang seharusnya saya bisa pulang cepat dan mengeksekusi bahan-bahan
menjadi adonan sayangnya tak terjadi. Motor mogok di pasar tidak bisa hidup,
minta tolong beberapa pedagang pasar, tukang ojek dan pengunjung pasar untuk
membantu mehidupkan motor saya kembali tetapi tidak ada yang bisa meyalahkan. Saya
berfikir “ini motor di apain ya sama bapa,
bahkan engga ada yang bisa ngidupin ”
sampai waktu menunjukan pukul 10:30 motor tak kunjung hidup. Saya ngga ngerti
dengan mesin-mesin, yang saya tau starter langsung nyala. Orang-orang yang
membantu juga sudah nyerah dan menyarankan saya untuk manggil yang biasanya
pake motor dan ngutak-ngatik motor ini karena mungkin ada kuncinya yang
rahasia. Sayapun berfikir begitu, di telfonlah orang-orang rumah tapi tidak ada
satupun yang ngangkat. Dan kebetulan alhamdulillah ada tetangga saya yang
datang buat belanja. Saya pinjamlah motornya untuk menjemput bapa saya.
Dan akhirnya saya sampai rumah hampir
jam 11:30 . Niat untuk membuat hari itu saya urungkan karena siangnya saya ada
pelatihan belajar pencak silat (next), jadi hanya menyiangkan bahan-bahan yang
bisa saya siangkan (menyicil kerjaan yang ada).
Di hari berikutnya-berikutnya
setelah pulang kerja sehabis magrib saya mengeksekusinya, karena bahan-bahan
sudah saya cicil siapkan sebelum praktek jadi saya hanya tinggal tuang-tuang.
Saat praktek ternyata ada
bahan-bahan yang belum saya beli kulit lumpia rebus dan saya hanya beli kulit lumpia goreng, lalu tepung tapiokanya ternyata saya di lupakan untuk menimbang
saya pakai timbangan kira-kira saja, lalu ada lagi cabai yang sudah saya beli
untuk di pakai dalam bumbu ternyata dipakai orangtua saya untuk masak
berkuranglah cabai. Begilah kalo pekerjaan yang tidak langsung dikerjakan, oke
lain kali saya harus melist bahan-bahan yang di butuhkan dan menyegerakn
pengerjaan.
Saya tuang-tuanglah semua adonan,
saya aduk-aduk semakin lama ko semakin lembek ya engga kalis kaya kebanyakan
pakai air padahal adonan ini saya buat tanpa air, mulai panic takut gagal. Tapi
teruslah di adoni sampai ketahap berikutnya membentuk adonan. Nah, karena
adonannya lembek susah di bentuk saya bingunglah gimana membentuknya, dan kulit lumpia yang di beli bukan yang rebus pula tetapi yang goreng jadi sedikit
susah karena kulit lumpia goreng cepat mengering, sudah jam 21:30 malam engga
mungkin juga saya nyari kewarung karena udah pasti tutup dan akhinyalah di
pakai kulit lumpia goreng itu, robek sana robek sini lah.
Saya berfikir besok saya masih
kerja dan jangan sampai saya kesiangan, mengereklah saya sama mamah saya untuk
di bantuin ngerjain. Niat mau mandiri tapi masih minta bantuan juga sama
orang tua, baiklah next harus lebih siap
lagi waktu dan lain-lainnya.
Saya berfikir bagaimana caranya
untuk tetep kebentuk tapi tetap habis adonan , caranya dengan
bentuk-kukus-bentuk-kukus waktu kukus minimal 20 menit yang penting jadi dulu supaya
tidak basi besok pagi bisa di matangkan kembali. Dan selesailah jam 23:30
malam. Di lanjut esok harinya untuk membuat bumbunya.
Pelajaran kali ini cukup banyak..
terimakasih sudah membacanya, oke next ke tantangan berikutnya…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar