Kamis, 09 Maret 2017

Days 3 #Lavel2 T10 Apresiasi Kemandirian


Lavel 2 : Tantangan 10 hari Apresiasi Kemandirian (periode 23 Feb – 11 Maret 2017)

#Bunsay IIP Bogor 1 #Lavel2 T10 Days 3 #IrfahKhoirunisa
Kuliah Bunda Sayang IIP


Melatih Kemapuan Kemandirian (Kursus Dim sum Halal)


Dimsum merupakan makanan tradisional China yang tidak asing lagi di telinga kita. Dim Sum merupakan istilah dari Bahasa Kantonis yang memiliki arti 'makanan kecil', sedangkan dalam Bahasa Mandarin disebut Dianxin yang secara harafiah berarti 'sedikit dari hati' atau 'menyentuh hatimu'. Sesuai dengan porsi per sajian yang kecil dan jumlahnya memang tidak banyak, hanya sekitar tiga hingga empat buah dalam satu piring atau wadah kukusan bambu. Dan dalam bahan-bahan pembuatan Dim Sum terdapat salah satu bumbu yang tidak halal(dilupakan nama bahannya).

Melatihan kemampuan kemandirian saya kali ini kursus membuat Dim Sum Halal, masih tempat biasa di minggu lalu saya kursus di daerah matramanan. Saat kelas mulai saya sedikit terlambat setengah jam karena grab yang saya pesan cukup lama datangnya untuk menjemput saya di stasiun Manggarai.

Kali ini saat saya datang hanya ada 4 peserta yang sudah hadir dan rata-rata sudah berkeluarga hanya saya yang masih muda :-D , tetapi ada pula seorang nenek yang sudah memiliki cucu banyak tetapi masih semangat belajar. Salut .. dan perlu di contoh.

Kursus kali ini saya belajar membuat Angsioe kaki ayam, Hakau udang, Lumpia udang mayonnaise, Siomay dan membuat mayonnaisenya sendiri. Sedikit penjabaran resepnya untuk angsioe kaki ayam :



BAHAN :
1 kg kaki ayam, goreng hingga kering, rendam dalam air es selama 3 jam, sisihkan
BUMBU A

3 siung bawang putih, memarkan
4 bunga pekak/bunga lawang
1 sdm saus tiram
2 sdm kecap asin
2 sdm kecap mushroom
3 sdm gula pasir
1 sdm garam
1/2 sdt vetsin
1/2 sdt lada
1 1/2 l air
1 sdm angkak merah, rendam dalam 100 ml air hingga air berwarna merah
BUMBU B

1 sdm bawang putih cincang
2 cabai merah besar, iris kasar
2 sdm taosi
2 sdm minyak wijen
2 sdm tepung sagu



Saya belajar membentuk hakaunya sendiri, alhamdulillah bisa. Setelah matang di icip-icip rasanya bikin ketagihan. Dan seperti biasa setelah kursus saya akan mempraktekannya sendiri di rumah dan akan saya tulis pengalaman saya di next days. Pelajaran dari kursus kali ini saya semakin yakin bahwa tak pernah sia-sia orang yang belajar.😊



Senin, 06 Maret 2017

Days 2 #Lavel2 T10 Apresiasi Kemandirian



Lavel 2 : Tantangan 10 hari Apresiasi Kemandirian (periode 23 Feb – 11 Maret 2017)
#Bunsay IIP Bogor 1 #Lavel2 T10 Days 2 #IrfahKhoirunisa
Kuliah Bunda Sayang IIP


Melatih Kemapuan Kemandirian (Membuat Somay Bandung)


Melatih kemampuan kemadirian saya dengan menargetkan beberapa latihan kemandirian dalam jangka waktu yang sudah di tentukan dengan menyelesaikan tantangan 10 hari. Latihan kemampuan yang masih saya latih adalah memasak.

Setelah sabtu kemarin saya melatih kemandirian saya dengan mengikuti kursus, kali ini saya akan mempraktekan apa yang telah saya pelajari di kursus kemarin dengan membuat somay bandung sendiri.
Kira-kira jam 8 pagi saya pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan saya praktek. Niatnya saya ingin belanja bahan-bahan sendiri tetapi orangtua saya ingin ikut untuk membeli kebutuhan asupan makan keluarga kami dalam seminggu kedepan.

Karena ada insiden motor mogok di pasar, yang seharusnya saya bisa pulang cepat dan mengeksekusi bahan-bahan menjadi adonan sayangnya tak terjadi. Motor mogok di pasar tidak bisa hidup, minta tolong beberapa pedagang pasar, tukang ojek dan pengunjung pasar untuk membantu mehidupkan motor saya kembali tetapi tidak ada yang bisa meyalahkan. Saya berfikir “ini motor di apain ya sama bapa, bahkan engga ada yang bisa ngidupin ” sampai waktu menunjukan pukul 10:30 motor tak kunjung hidup. Saya ngga ngerti dengan mesin-mesin, yang saya tau starter langsung nyala. Orang-orang yang membantu juga sudah nyerah dan menyarankan saya untuk manggil yang biasanya pake motor dan ngutak-ngatik motor ini karena mungkin ada kuncinya yang rahasia. Sayapun berfikir begitu, di telfonlah orang-orang rumah tapi tidak ada satupun yang ngangkat. Dan kebetulan alhamdulillah ada tetangga saya yang datang buat belanja. Saya pinjamlah motornya untuk menjemput bapa saya.

Dan akhirnya saya sampai rumah hampir jam 11:30 . Niat untuk membuat hari itu saya urungkan karena siangnya saya ada pelatihan belajar pencak silat (next), jadi hanya menyiangkan bahan-bahan yang bisa saya siangkan (menyicil kerjaan yang ada).

Di hari berikutnya-berikutnya setelah pulang kerja sehabis magrib saya mengeksekusinya, karena bahan-bahan sudah saya cicil siapkan sebelum praktek jadi saya hanya tinggal tuang-tuang.





Saat praktek ternyata ada bahan-bahan yang belum saya beli kulit lumpia rebus dan saya hanya beli kulit lumpia goreng, lalu tepung tapiokanya ternyata saya di lupakan untuk menimbang saya pakai timbangan kira-kira saja, lalu ada lagi cabai yang sudah saya beli untuk di pakai dalam bumbu ternyata dipakai orangtua saya untuk masak berkuranglah cabai. Begilah kalo pekerjaan yang tidak langsung dikerjakan, oke lain kali saya harus melist bahan-bahan yang di butuhkan dan menyegerakn pengerjaan.

Saya tuang-tuanglah semua adonan, saya aduk-aduk semakin lama ko semakin lembek ya engga kalis kaya kebanyakan pakai air padahal adonan ini saya buat tanpa air, mulai panic takut gagal. Tapi teruslah di adoni sampai ketahap berikutnya membentuk adonan. Nah, karena adonannya lembek susah di bentuk saya bingunglah gimana membentuknya, dan kulit lumpia yang di beli bukan yang rebus pula tetapi yang goreng jadi sedikit susah karena kulit lumpia goreng cepat mengering, sudah jam 21:30 malam engga mungkin juga saya nyari kewarung karena udah pasti tutup dan akhinyalah di pakai kulit lumpia goreng itu, robek sana robek sini lah.

Saya berfikir besok saya masih kerja dan jangan sampai saya kesiangan, mengereklah saya sama mamah saya untuk di bantuin ngerjain. Niat mau mandiri tapi masih minta bantuan juga sama orang  tua, baiklah next harus lebih siap lagi waktu dan lain-lainnya.

Saya berfikir bagaimana caranya untuk tetep kebentuk tapi tetap habis adonan , caranya dengan bentuk-kukus-bentuk-kukus waktu kukus minimal 20 menit yang penting jadi dulu supaya tidak basi besok pagi bisa di matangkan kembali. Dan selesailah jam 23:30 malam. Di lanjut esok harinya untuk membuat bumbunya.


Pelajaran kali ini cukup banyak.. terimakasih sudah membacanya, oke next ke tantangan berikutnya…

Senin, 27 Februari 2017

Days 1 #Lavel2 T10 Apresiasi Kemandirian


Lavel 2 : Tantangan 10 hari Apresiasi Kemandirian (periode 23 Feb – 11 Maret 2017)


#Bunsay IIP Bogor 1 #Lavel2 T10 Days 1 #IrfahKhoirunisa
Kuliah Bunda Sayang IIP

List Kemampuan Kemandirian
No
Latihan Kemampuan Kemandirian
Pelaksana
1
Tataboga
Minggu ke – 1
2
Membuat Bross
Minggu ke – 2
3
Membuat Lampu Tidur
Minggu Ke – 3
4
Bercocok tanam
Minggu ke – 4

Tataboga merupakan hal yang saya ingin latih pada diri saya secara berkala. Mulai dari memasak hidangan sehari-hari atau membuat kue-kue atau cemilan-cemilan lainnya. menurut saya memasak adalah hal yang menyenangkan meskipun saya sendiri belum mahir dalam hal masak-memasak bisa dibilang pemula. Barangkali hal ini bisa menjadi ladang usaha saya nantinya. #hihi

Dalam tantangan kali saya mencoba untuk melatih kemampuan saya dalam hal membuat makanan khas bandung yaitu “Somay Bandung”. Pada sabtu 25 Februari 2017 saya mencoba mengikuti kelas memasak di daerah Jakarta Pusat.

Kelas di mulai pukul 10.00 , saya belajar dalam pengenalan bahan-bahan apa saja yang di butuhkan. Bahan-bahan tersebut di antaranya ikan tenggiri yang sudah di giling, bawang putih, bawah merah, garam, gula, telur, cuka, sagu tani dan bahan-bahan lainnya. untuk bahan ikan tenggiri bisa di ganti dengan ayam/udang. Dalam kelas yang saya pelajari saya baru mengetahui ternyata pembuatan adonan somay tidak menggunakn air sedikitpun.

Setelah pengenalan bahan-bahan kemudian berlanjut pada cara pembuatan, seperti pada umumnya memasukan bahan-bahan yang sudah tersedia untuk di adoni. Lalu kemudian belajar membentuk somay dengan menggunakan lumpia basah.

Oiya kelas yang saya ikuti berjumlah 12 orang, mereka diantaranya para pekerja dan ibu rumah tangga yang ingin belajar untuk membuka usaha sendiri di rumah. Kami di buat 4 kelompok 1 kelompok terdiri dari 3 orang. 

saya mulai mencoba membentuk adonannya hasilnya sungguh jelek bentuknya tidak karuan dan kurang cantik tapi saya tidak merasa pesimis karena ini pertama kalinya saya mencoba, masih ada kesempatan saya mencoba berikut-berikutnya. Setelah adonan sudah jadi di bentuk, kemudian di kukuslah dalam panic besar. Dan jadi, tinggal di sajikan. 

(ini hasil dari gurunya, bukan dari kelompok saya #hihihi)






Setelah belajar saya bertekat untuk mencobanya dirumah dengan hasil kerja saya. Fighting !!! The Next Days......................

Jumat, 24 Juni 2016

Ikhlas Tanpa Berharap Mawar Meski Duri yang diDapat




Hembusan angin berlalu begitu saja, kesejukannya hanya sekejap tidak berbekas.

Derap Langkah kaki tak terdengar , ringan namun tidak benar-benar terdengar.  Menjauh atau mendekat tak ada yang tahu. Selalu begitu.

Puisi tak selalu indah, rasanya semu. Selalu sama.

Hidup tak hanya tentang cinta, tapi cinta selalu membuat seseorang terjatuh.Ia memang kejam, membuat manusia tertawa, tersenyum, bersedih atau menahan amarah.

Namun.. Harumnya melebihi bunga mawar, indahnya layaknya kunang-kunang yang terbang di gelapnya malam,  rasanya seperti peri-peri kecil yang terbang bebas kesana-kemari.

Tetapi.. pedihnya melebihi sakitnya duri mawar. Dapat merobohkan pertahanan yang telah dibangun cukup lama.

Sejauh itu....

Jika kunang-kunang bisa begitu indah dalam gelapnya malam, mengapa kau tak bisa tetap indah dalam gelapnya dunia ?


Jika peri bisa terbang bebas, mengapa jiwa mu tak bebas ? selalu terperangkap dalam penjara yang kau buat sendiri.

Dan jika bunga mawar tetap indah meski memiliki duri-duri yang menyakitkan , mengapa kau tidak tetap indah meski didalam kepedihan ??

Langit biru terbentang luas, tetap terbentang walau kadang kala hujan badai datang, gemuruh petir bersaut-sautan atau awan-awan menyelimuti. Langit tetap kokoh terbentang meski silih berganti yang datang.


Ada banyak cinta menerangi jalan kehidupan, manusia bisa apa jika selain menjalaninya. Tidak ada pilihan karena sang raja pemilih yang memilihkan untuk ciptaannya.

Ia yang setia yang akan selalu mendoakan kebaikan untuk mu, dengan tulus dan ikhlas tanpa meminta mawar meski duri yang didapatnya.

Ia yang tak setia akan menyerah tanpa pernah berdoa dan hanya mengharapkan mawar tanpa ingin tersentuh duriya.


Kamis, 19 Maret 2015

"Memory"








Memejamkan kedua bola mata.  
Apa yang terfikirkan ?


Memory berputar  menyentuh kalbu,
memory berkelana menelusuri waktu,
waktu yang tak pernah bisa terulang.


Kenangan-kenangan berputar jelas di depan mata.
Tangan ini tak sanggup mengapainya untuk mengulang.


Piyas kokoh dan lembut mengkerut oleh Memory yang menyesakkan,


Basah. sentuhan yang terasa di pipi.


dinginnya tangan menghapus jejak-jejak memory menyedihkan.


perlahan di hembuskan nafasnya, berharap lelah itu sirna.







My writings 29 September 2014