Ku tuliskan tentang seseorang yang menyakitkan , seseorang
yang menghancurkan harapan , cita dan semua pengorbanan ku.. dirinya yang
diyakini penghujung kisah ku , ternyata bukanlah sebaik-baiknya pilihan..
sedih , perih , kecewa , sakit hati , dendam menjadi satu
dalam asa…
Ku Bingung u/ bersikap
seperti apa ??
ku mengikhlaskan walau sebenarnya perih..
tetapi dirinya tidak bisa menjaga lisan’a u/ berkata lembut
pada ku..
terkadang aku berfikir untuk membalas semua yang telah ia
lakukan pada ku..
tetapi keimanan
membentengi ku.. bahwa “dendam dan balas
dendam itu dilarang oleh tuhan” .
rasa sakit ku tidak dapat terungkapkan sejelas2’a…
sejujurnya aku pun ingin melepas rasa sakit , kecewa , sedih
dan amarah ku.. tetapi rasa sayang masih tersimpan dan menghantui.. apa yang
bisa dilakukan..?
dalam dendam aku ingin ia menyesal dan terpuruk seperti yang
pernah ku alami.. tetapi sebodoh2’a orang adalah ketika ia berfikir atau berdoa
seperti itu,,,
“astaqfirullah hal’ajim.. harus ku dibuang jauh2 dari fikiran
dan hati hal seperti itu”
memang sulit melupakan seseorang yang selalu diperjuangkan..
tetapi inilah qodar ku..
inilah jalan ku..
inilah takdir ku..
Dy yang selalu menjadi istikhoroh dan sholat hajat ku ,
ternyata bukanlah sebaik-baiknya pilihan
bagi alloh..
kenapa bayangan dan kenangannya masih tersimpan ??
I want to forget you , I want to delete your
Ridoilah aku u/ menghapus dan melupakan mu..
saat kau ikhlas itu akan mempermudah ku melupakan mu..
jgn siksa aku dengan cinta yang semu..
aku ingin hidup seperti sebelum mengenal mu..
sebelum aku tahu tentang diri mu..
sebelum aku menempatkan mu dihati ku..
cukup sampai disini aku menyayangi mu , sampai saat kau
menyakiti ku..
biarkan ku hidup dengan dunia ku.. jangan datang lagi di
kehidupan ku..
aku tidak ingin kau membuka luka lama ku..
aku tahu tali silaturahmi tidak boleh terputus karna hnya
tidak terbalasnya cinta..
tapi apalah daya ku , aku pun manusia yang diberikan hati oleh
tuhan..
aku masih belum sanggup melihat mu dengan orang lain dalam
balutan pernikahan..
sebelum cinta dan luka ku hilang , dalam waktu dekat jika kau
menggelar walimahan..
“maaf , aku tidak akan
datang !!”
tpi….. begitu lemahkah diri ku jika tidak sanggup melihat’a
dengan org lain..??
mungkin…akan ku fikir dua kali u/ datang atau tidak..
Ku tahu bahwa ku msh belum siap menghadapi realita , bahwa
diri mu telah menjadi milik orang lain..
maybe, I need time ..
Aku tidak ingin bertemu dgn mu dulu saat ini.. pergilah, dan
bersenang2lah dengan dy yg kau anggap kebahagian mu..
Aku hanya masa lalu mu yang kau anggap sampah “itu yang kau
katakan” ,,
sungguh jahat..
Biarlah kau berbicara sesuka mu.. tuhan maha mengetahui..
haruskah ku bakar semua yang berkaitan dengan mu ?? agar aku
tidak dibayang2i wajah mu..
“TIDAK” itu sama sajah
aku tidak menghargai..
aku harus seperti apa..??
jika ada alat yang bisa menghapus segala memori , aku adalah
orang yang berantusias u/ menghapus mu dari memori ku..
“astaqfirullah ha’ajim.. aku tidak boleh larut dalam
kesedihan.. itu merugikan”
ya, serahkan sepenuhnya kepadanya..
kepada Dzat yang memenggenggam segala urusan .
ya allah inilah diri ku..
diri yang lemah tiada daya , tanpa kekuatan dari-mu
Diri yang lemah tiada kehendak , tanpa iradat-mu
Tiada kemampuan , tanpa pertolongan-mu
Aku yakin semua ada dalam takdir-mu
Aku yakin semua ada dalam kuasa-mu
Aku yakin semua atas izin-mu
Aku yakin semua berjalan sekenario-mu
Aku ingin melangkah dengan pijakan pada kaki ku..
Aku ingin melangkah tanpa harus dibayangi masa lalu..
Aku ingin melangkah tanpa harus disiksa oleh perasaan cinta
semu..
Aku ingin melangkah dengan segenap semangat ku..
Ya allah tolonglah diri ku…
hilangkanlah bayangan wajahnya dari hati ku..
hapuslah segala bentuk keindahan yang pernah terjadi dahulu..
buang segala hal yang mengusik pikiranku..
Duhai engkau yang pernah hadir dalam lembar hidup ku..
izinkan aku u/ membuang rasa cinta kepada mu dalam hati ku..
Akan ku hapus segala bentuk kenangan yang pernah terjadi
dahulu..
Kecewa, itu sudah pasti aku rasakan, namun kekecewaan itu
lebih kepada penyesalan dimana cinta yang seharusnya lebih utama ku berikan
pada Sang Pemilik Cinta.. mengapa begitu mudahnya aku letakkan pada orang yang
sepenuhnya belum ada ikatan yang halal denganku. Akibat dari rasa cinta yang
tak dapat aku kendalikan malah menyengsarakan diriku. Bagaimana rasanya rindu,
bagaimana rasanya cemburu, bagaimana rasanya sakit hati dan patah hati semuanya
membuat sengsara diri ketika hal itu mulai mewarnai cerita dari perjalanan
cinta yang ku lalui. Setelah kejadian itu baru terbesit pertanyaan-pertanyaan
di hati, apakah aku tidak menyadari bahwa Sang Pemilik Hati selama ini merasa
cemburu dengan kelakuanku yang tidak dapat menjaga hatiku untuk-Nya dan untuk
orang yang nantinya akan Dia pilihkan untukku? Seenaknya saja aku membaginya
untuk orang yang belum tentu nantinya orang akan menjadi pelabuhan terakhir
dihatiku. Diriku hanya bisa bermuhasabah dan bertaubat atas apa yang telah aku
perbuat karena pada dasarnya manusia selalu menyesali perbuatannya ketika ia
telah mendapat ujian dari Rabb-Nya. Dan dari setiap kesalahan yang pernah
diperbuat, Allah pasti menginginkan perubahan dari dalam diri menjadi lebih
baik dari sebelumnya. Setiap kisah selalu menampilkan penyesalan di akhir
perjalanan namun pasti ada hikmah yang terselip dari apa yang sudah di
skenariokan-Nya. Ketika niat di hati ingin mengakhiri perbuatan itu cukup kuat,
ada saja kerikil-kerikil kecil yang menghalanginya. Melupakan bayang-bayang dy
itu saja bagiku tidaklah mudah. Semua butuh waktu dan proses untuk
mengembalikannya seperti semula seperti ketika sebelum ada apa-apa diantara
kami.
Belajar dari pengalaman ini, aku tidak ingin hal itu terulang
kembali suatu hari nanti. Karena sungguh tidak enak yang namanya sakit hati dan
patah hati. Kini aku semakin berhati-hati dalam menempatkan hati. Semoga ini
bukan sebuah trauma yang berkepanjangan yang membuatku kapok untuk jatuh cinta
lagi pada seseorang yang nantinya memang halal untuk ku cintai. Karena
bagaimanapun aku hanyalah manusia biasa yang juga memiliki keinginan untuk
membangun rumah tangga dalam sebuah ikatan pernikahan. Seperti kata-kata
Ustadzah beliau berpesan “bahwa yang terbaik akan datang pada jalan yang baik
dan waktu yang terbaik ‘sesuai syariat’.” Jadi apabila dia memang bukan sebaik-baiknya
pilihan maka suatu saat nanti pasti akan kutemukan pujaan baru untuk kubawa ke
gerbang pernikahan.
amien…..
Fighting !!! ^-^
2 komentar:
sebagian Kutipan dari buku kujemput jodoh ku..
@ : diri ku..
jika kau merasa dijahatin seseorang bersabarlah , belajarlah ikhlas . ikhlas mu berbuah pahala .
tenanglah karna setiap sesuatu yang dilakukan manusia ada perhitungannya dimata tuhan . ia tidak akan mati sebelum mengalami apa yang telah ia lakukan ke orang lain didunia ini.
tetapi janganlah engkau mendendam , karna tuhan pun tidak suka jika hambanya mendendam .
Posting Komentar